Nangang-Gunung Steel Bangun Pabrik Baja US$ 170 Juta
gototopgototop
 
English (United Kingdom)Indonesian (ID)Chinese (Simplified)
          Instagram   

Quick Selection

News Flash

Kemenperin ‘Sentil’ Industri Pembuang Karbon Terbesar

 

Indonesianindustry.com – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri untuk menurunkan emisi gas rumah kaca pada tahun 2020 sebesar 26 persen.

“Dari 700 perusahaan penyumbang CO2 mencapai 114,41 mega ton. Dan terdapat 8 sub bidang industri yang lahap energi, yaitu industri semen, pupuk, petrokimia, besi dan baja, pulp dan kertas, tekstil, keramik,minyak goreng dan gula,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Haris Munandar, di Kemenperin, Senin (15/2/2016)

Lanjutnya, Pemerintah mendorong pelaku industri untuk pelaksanaan alih teknologi untuk teknologi efesien. Salah satu teknologi yang digunakan adalah teknologi regenerative burner combustion system (RBCS)

Read more...

Nangang-Gunung Steel Bangun Pabrik Baja US$ 170 Juta


E-mail Print PDF
JAKARTA – Nanjing Iron & Steel (Nangang) menggandeng PT Gunung Gahapi Sakti (GGS), anak usaha Gunung Steel Group (GSG), untuk membangun pabrik baja di Indonesia berkapasitas 1 juta ton per tahun. Nilai investasinya mencapai US$ 170 juta atau sekitar Rp 2 triliun.
Nangang dan GGS membentuk perusahaan patungan bernama PT Gahapi-NISCO Indonesia Steel Company untuk menggarap proyek itu. Porsi sahamnya masingmasing sebesar 50%.
Nangang adalah unit usaha Nanjing Iron & Steel Group, perusahaan baja terkemuka asal Tiongkok yang tercatat di bursa efek Shanghai. Adapun GGS adalah perusahaan baja swasta terbesar nasional, yang memproduksi baja profil, lembaran, dan baja beton. “Perjanjian kerja sama pembangunan pabrik baja diteken pada 16 Januari 2014 di Indonesia,” tulis manajemen Nangang dalam keterbukaan informasi kepada otoritas bursa Shanghai, belum lama ini.
Manajemen Nangang menuturkan, proyek itu diharapkan dapat memperkuat ekspansi Nangang ke pasar baja global. Proyek ini masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Tiongkok. Pembangunan pabrik baja itu terdiri atas
dua tahap dan ditargetkan tuntas dalam lima tahun. Tahap I, kapasitas produksi terpasang mencapai 500 ribu ton per tahun dengan investasi sekitar US$ 80 juta. Konstruksi pabrik tahap I ditargetkan tuntas dalam tiga tahun.
Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php

JAKARTA – Nanjing Iron & Steel (Nangang) menggandeng PT Gunung Gahapi Sakti (GGS), anak usaha Gunung Steel Group (GSG), untuk membangun pabrik baja di Indonesia berkapasitas 1 juta ton per tahun. Nilai investasinya mencapai US$ 170 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Nangang dan GGS membentuk perusahaan patungan bernama PT Gahapi-NISCO Indonesia Steel Company untuk menggarap proyek itu. Porsi sahamnya masingmasing sebesar 50%.

Nangang adalah unit usaha Nanjing Iron & Steel Group, perusahaan baja terkemuka asal Tiongkok yang tercatat di bursa efek Shanghai. Adapun GGS adalah perusahaan baja swasta terbesar nasional, yang memproduksi baja profil, lembaran, dan baja beton. “Perjanjian kerja sama pembangunan pabrik baja diteken pada 16 Januari 2014 di Indonesia,” tulis manajemen Nangang dalam keterbukaan informasi kepada otoritas bursa Shanghai, belum lama ini.

Manajemen Nangang menuturkan, proyek itu diharapkan dapat memperkuat ekspansi Nangang ke pasar baja global. Proyek ini masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Tiongkok. Pembangunan pabrik baja itu terdiri atasdua tahap dan ditargetkan tuntas dalam lima tahun. Tahap I, kapasitas produksi terpasang mencapai 500 ribu ton per tahun dengan investasi sekitar US$ 80 juta. Konstruksi pabrik tahap I ditargetkan tuntas dalam tiga tahun.

Baca selengkapnya di Investor Daily versi cetak di http://www.investor.co.id/pages/investordailyku/paidsubscription.php

 

Websites Optimised for IE 6+ with 1024 x 768 pixel resolution | © Copyright 2010 - 2016. Gunung Steel Group | Contact Webmaster