Kemenperin ‘Sentil’ Industri Pembuang Karbon Terbesar
gototopgototop
 
English (United Kingdom)Indonesian (ID)Chinese (Simplified)
          Instagram   

Quick Selection

News Flash

Indonesia's Gunung cuts reliance on slab imports with new caster
Indonesia’s Gunung Steel Group plans to reduce its dependence on imported slabs through the commissioning of a brand new continuous slab caster by the end of this year.

“Next month we’ll start producing slabs – we’ll be making a trial of 10,000 tonnes,” a company source told Steel First.

“We’ll be able to produce a wide range of slabs and rely less on imports,” he added. 

Read more...

Kemenperin ‘Sentil’ Industri Pembuang Karbon Terbesar


E-mail Print PDF

Kemenperin ‘Sentil’ Industri Pembuang Karbon Terbesar

 

Indonesianindustry.com – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri untuk menurunkan emisi gas rumah kaca pada tahun 2020 sebesar 26 persen.

“Dari 700 perusahaan penyumbang CO2 mencapai 114,41 mega ton. Dan terdapat 8 sub bidang industri yang lahap energi, yaitu industri semen, pupuk, petrokimia, besi dan baja, pulp dan kertas, tekstil, keramik,minyak goreng dan gula,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Haris Munandar, di Kemenperin, Senin (15/2/2016)

Lanjutnya, Pemerintah mendorong pelaku industri untuk pelaksanaan alih teknologi untuk teknologi efesien. Salah satu teknologi yang digunakan adalah teknologi regenerative burner combustion system (RBCS)

“RBCS merupakan recuperative burner ditambah regenerator yang dilengkapi Alumina Ball atau Cheramics Ball yang memiliki konduktivitas yang sangat baik. Dan teknologi ini telah diaplikasikan pada Gunung Garuda salah satu industri baja di Indonesia,” tukasnya.

Ia menambahkan, bidang industri merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Sumber-sumber emisi GRK dari bidang industri meliputi penggunaan energi, proses industri, pengolahan limbah industri. “Kami berharap pengurangan emisi bisa dibawah 2 derajat celcius. Sehingga target 26 derajat celcius 2020 bisa tercapai,” tandasnya.

Data dari Kemenperin, dari 700 perusahaan baru 8 perusahaan 41 persen, industri hijau, sistem proses ada 8 industri yang lahap energi. (Ahmad Fadli)

Sumber : Indonesianindustry.com

 

Websites Optimised for IE 6+ with 1024 x 768 pixel resolution | © Copyright 2010 - 2016. Gunung Steel Group | Contact Webmaster